Selasa, 13 Januari 2015

Beberapa Catatan Prestasi Pelajar Indonesia

13847417591440572591


Inilah beberapa catatan Pelajar-Pelajar Indonesia yang menorehkan Prestasi membanggakan diberbagai Lomba/ Olimpiade bidang science, mungkin saja masih banyak yang terlewatkan, sebagai berikut : 

1 . Siswa Kelas 2 SMA Negeri 1 Bogor, bernama Muhammad Luthfi Nurfakri 16 tahun, setelah memenangi Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-43 diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetauan Indonesia (LIPI) ditahun 2011, menjadi juara pertama dikatagori teknik. Dan kemudian meraih tiket untuk mengikuti lomba International Science and Engineering Fair (ISEF) di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Pada Kompetisi digelar 14-18 Mei 2012 dan meraih sebagai juara ke III, bersaing dengan 1500 peserta dari dari 70 Negara dan Provinsi (menurut situs resmi ISEF), menjadi salah satu dari 10 pemenang dikategori teknik. Dengan proyeknya, Digital Leaf Color Chart. Satu alat sensor untuk menentukan secara detail penggunaan berapa kilogram pupuk notrogen atau urea dalam 1 hektar musim tanam padi, setelah mengamati para petani yang disinyalir berlebihan ataupun kekurangan menggunakan pupuk tersebut. Untuk Pengembangan alat itu sudah bekerja sama dengan salah satu perusahaan di Bogor. Luthfi bercita-cita melanjutkan sekolah teknik di Pennsyllvania, yang dianggapnya sekolah teknik terbaik disana.

2 . Empat siswa Sekolah Menengah Pertama (SMA), Dewi Suryana (17) siswi SMA Kristen Penabur Gading Serpong, Banten, Andika Tangguh Pradana (18) siswa kelas 3 SMA Karisma Bangsa, Ciputat Banten, Ivan Kurniawan siswa SMAN 1 Purwokerto dan Samuel Leonardo Putra (18) siswa SMA Unggulan DKI Jakarta Muhammad Husni Thamrin, tercatat berprestasi meraih medali perak dalam ajang bergengsi, International Chemistry Olympiad (ICHo) di Goergetown University, Washington DC 29 Julii 2012. Ajang olimpiade sedunia itu diikuti 350 pelajar kelas menengah dari 72 Negara, dengan kriteria penilaian diukur dari skor pencapaian masing-masing siswa selama ujian teori dan praktek di labolatorium, peraih 10 persen top skor meraih medali emas, 20 persen top skor meraih medali perak dan 30 persen top skor meraih perunggu. Chamber of The Steering ICHo, Dr Peter Wothers FRSC menyatakan, hasil yang fantastis diraih oleh pelajar dari Indonesia, karena selama ini tak pernah ada tim yang meraih empat medali perak bersamaan sekaligus, keempat siswa tersebut melakukan tugasnya dengan sangat baik. Keempat siswa tersebut dikarantina, Mereka tinggal di asrama University Maryland sejak 19 Juli 2012, terpisah dari dua mentor dan dua observer yang disertakan dari Indonesia selama mengikuti kompetisi Internasional ini.

3 . Diajang International Environment Project Olympiade (INEPO), pada 17-20 Mei 2013 di Istambul Turki. Siswi Indonesia meraih juara ketiga yang disabet Rintya Miki Aprianti dan Dwi Nailul Izzah, pelajar SMA Muhannadiyah Babat Lamongan, Jawa Timur. Di ajang INEPO kedua siswi tersebut bersaing dengan para pelajar dari 50 Negara, diantaranya Jerman, Italia, Portugal, Malaysia, Amerika Serikat, Finlandia, Denmark, Rusia, Polandia dan Kanada. Prestasi tinggi itu diraih oleh kedua siswa tersebut membuat pengharum berbahan baku dari tinja sapi, pengharum ruangan dari tinja sapi tersebut, sudah meraih juara 1 di tingkat nasional ajang Indonesia Science Project Olympiade (ISPO)2013. Karya Mereka sebelumnya telah diuji coba dan dipresentasikan dihadapan Bupati Lamongan, Fadeli.

4 . Dalam ajang perlombaan astronomi internasional tingkat Sekolah Menengah Atas, 7th International Olympiad on Astronomi and Astrophysics (IOAA), diselengarakan pada tanggal 27 Juli hingga 5 Agustus 2013 di Volos Yunani. Lima siswa berprestasi mewakili Indonesia meraih berbagai gelar yang diperlombakan setiap tahun itu. Antara lain R. Aryo Tri Adhimukti dari SMA Negeri 3 Malang, Jawa, Marcelina Viana dari SMA Santa Ursula, DKI Jkarta, M. Imam Adli dari SMA Kharisma Bangsa , Prov Banten, Rizki Wahyu Pangestu dari SMA Negeri 1 Banjarnegara, Jawa Tengah dan David Orlando Kurniawan dari SMAK 1 Penabur, DKI Jakarta. Dengan meraih 2 gelar Honorable Mentions, 1 emas, 1 perak dan beberapa perunggu termasuk untuk Team Competition. Mereka didampingi oleh beberapa orang peneliti dan dosen yaitu M. Ikbal Arifyanto, Hakim L Malasan, Heri Fitriono serta Chatief Kunjaya. Sebelum berangkat ke Yunani, Mereka harus melewati proses ketat tiga tahapan penyaringan.

5 . Tidak mau tertinggal para seniornya, putra putri siswa Sekolah Dasar Indonesia di tingkat Asia, menuai prestasi di ajang The 3rd Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary School (ASMOPS), diselenggarakan di Grand Royal Panghegar Bandung Jawa Barat, dari 9-13 Nopember 2013 lalu. Perwakilan juri, Sigit P menyatakan keterkesanannya dengan tingkat pemikiran para siswa menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan oleh tim pembuat soal, degan kapasitas logika berpikir para siswa sangat kuat.

Di even ini para siswa SD Indonesia menyabet prestasi sebagai berikut, di bidang sains teori, 2 medali emas, 7 medali perak, 4 medali perunggu dan menyabet Top Scorer Matematica. Lainnya di bidang matematika teori, 5 medali emas, 3 medali perak, 4 medali perunggu juga meraih Top Scorer Matematika. Di kategori eksplorasi ( berisi soal-soal gabungan matematika dan sains), dua tim indonesia sukses meraih peringkat Runner Up kedua, 3 tim menyabet peringkat Runner Up Pertama. Sedangkan kategori The Beast Team dimenangkan oleh E-MOS, tim dari Malaysia dan anggotanya secara invidu meraih medali perunggu di kategori Sains dan matematika. Penghargaan khusus dengan perjuangan Luar Biasa Team with the Strongest Fighting Spirit, diberikan kepada tim dari Nigeria.

Ajang, The 3rd Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary School (ASMOPS), dinilai oleh juri-juri berpengalaman lomba tingkat dunia, antara lain berasal dari Institut Teknologi Bandung, Unoversitas Parahyangan, Universitas Pendidikan Indonesia, Surya University serta dari Center for Matematic Gasing Su.
Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi bagi para pelajar/ siswa Indonesia lain untuk merubah prilaku/ kegiatan menuju masa depan yang baik dan menyadari bahwa sumber Daya Manusia yang handal, akan semakin diperlukan pararel dengan kemajuan teknologi saat ini dan kelak. Disaat degadrasi minat belajar hal positif, dengan maraknya khasus perkelahian, narkoba, vidio porno serta bermacam-macam kegiatan negatif dinegeri ini.

Sumber :http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/11/18/beberapa-catatan-prestasi-pelajar-indonesia-608917.html

2 komentar: