Selasa, 13 Januari 2015

10 Cara Menjadi Siswa Berprestasi

Pengertian Prestasi :
Menurut Adi Negoro, prestasi adalah segala jenis pekerjaan yang berhasil dan prestasi itu menunjukkan kecakapan suatu bangsa. Kalau menurut W.J.S Winkel Purwadarmtinto, “ prestasi adalah hasil yang dicapai “ dari pengertian diatas maka prestasi bisa didefinisikan adalah sebuah usaha, pekerjaan (Seperti belajar) yang dilakukan dengan sunguh-sunguh sehingga mencapai hasil yang terbaik dan maksimal.

Pengertian Prestasi Belajar :
Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985:40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Bagaiaman Menjadi Pelajar berprestasi?
Menjadi pelajar yang berprestasi adalah dambaan setiap orang, namun tidak semua orang bisa menjadi orang berprestasi. Prestasi belajar sesunggunya bisa di capai oleh semua orang tak mengenal ia kaya,miskin, orang yang berasal dari kota atau pedesaan semuanya bisa berprestasi. Di bawah ini beberapa hal yang harus dilakukan agar kita menjadi orang berprestasi :

1. Sucikan Niat/Luruskan niat

Dalam ajaran Islam niat merupakan hal yang utama apabila sesorang akan melakukan pekerjaan atau aktvititas, terlebih aktivitas yang berhubungan yang bernilai ibadah. Mencari ilmu atau belajar dalam Islam adalah sebuah kewajiban yang telah ditentukan ketika manusia lahir sampai dengan masuk liang lahat kembali, serta mencari ilmu juga merupakan ibadah. Jadi mari kita luruskan niat kita dalam belajar selain untuk menambah wawasan juga adalah untuk ibadah kepada Allah.

2. Kesungguhan Dalam belajar
Menjadi pelajar yang berprestasi memerlukan kesungguhan dalam belajar, dalam Islampun dijarkan barang siapa yang bersunguh-sunguh maka ia akan berhasil. Oleh sebab itu sekolah bukanlah sekedar untuk bermain, mencari teman, Jajan dan lain sebagainya tetapi sekolah adalah aktvititas belajar yang memerlukan kesungguhan.

3. Disipin dalam menggunakan Waktu
Time Is money atau waktu adalah pedang, beberapa Istilah ini sangat populer dalam kehidupan kita sehingga orang barat sering mengatakan waktu adalah uang, oleh sebab itu mereka tak ingin menggunakan waktu dengan sia-sia. Disiplin dalam menggunakan waktu merupakan hal yang utama untuk mecapai sebuah keberhasilan secerdas dan sekaya apapun kita tanpa displin maka prestasi itu takan pernah kita bisa capai. Disiplin dalam waktu harus kita lakukan dalam kehidupan sehari mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Cobalah kita buat agenda kita seperti mulai dari aktivitas tidur, sholat, mengaji, belajar, bermain, berolahraga, ikut les dan lain sebagainya, apabila jadwal ini bisa kita lakukan dengan disiplin insyaallah kita akan menjadi orang –orang yang berprestasi.

4. Percaya diri
Percaya diri merupakan hal yang penting bagi setiap orang, karena kita harus percaya pada kemampuan yang kiti milki. Banyak orang yang tidak percaya diri karena merasa dirinya tidak padai, sehingga akhirnya harus tergantung pada orang lain. Setiap orang sesungguhnya harus merasa percaya dengan kemampuan yang dimilkinya betatapun hasil prestasinya tidak sebagus yang dicapai orang lain tetapi itulah hasil maksimal dari percaya diri yang dimilki.

5. Tentukan Target

Pada perjalana setiap manusia tentu selalu punya tujuan kemana kita akan melangkah dan apa yang akan kita lakukan. Jika kita ingin memilki prestasi maka kita harus memilki target dalam belajar, berapa nilai yang harus kita capai. Misalnya kita memiliki target nilai Matekmatika 80, Bahasa Indonesia 90, menang kejuaran olimpiade, kejuaran Futsal dan lain-lain sebagainya. Semua target yang sudah kita tentukan harus dilakukan secara maksimal agar target-target tersebut bias tercapai.

6. Tumbuhkan Motivasi
Motivasi atau dorongan perlu dimilki oleh setiap orang baik motivasi dari diri sendiri ataupun dari orang lain. Pelajar yang berprestasi adalah pelajar yang memiliki motivasi besar untuk maju, maka dia akan selalu memberi semangat pada hatinya untuk semangat dalam belajar.

7. Ikuti kegiatan berorganisasi dan Ekstrakulikuler
Berorganisasi merupakan hal yang menyenangkan agapan organisasi dapat mengganggu pelajaran adalah anggapan yang salah. Justru banyak orang yang berprestasi dengan berorganisasi, para pemimpin negeri ini atau para intelektual yang ada pada bangsa ini juga adalah para alumni organisasi baik organisasi kesiswaa, mahasiswa, masyarakar, pemuda dan lain-lain. Ikut berorganisasi dapat melatih kemandirian,disiplin dan kepekaan siswa dalam hidup ber sosial. Bagi para pelajar yang ikut organisasi juga mempunyai prestasi merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

8. Kita semua punya prestasi
Sesungguhnya setiap diri kita memilki prestasi karena prestasi itu bukan dilihat dari kemampuan itelektual atau kognitif saja, tetapi setiap kelebihan yang kita milki dan berguna bagi orang banyak adalah prestasi juga. Ingat tak mungkin Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sama, oleh karena itu dalam prestasipun kita memilki perbedaan ada yang berprestasi dalam akademik, kesenia, olahraga dan lain sebagainya.

9. Minta doa dari orang tua
Ridho Allah tergantung ridho orang tua, jadi mintalah doa dari orang tua dalam setiap langkah yang kita lakukan Agar Allah memberi kemudahan dalam aktivitas belajar kita.

10. Sholat dan berdoa
Segala Ikhtiar atau usaha sudah kita Lakukan yang terakhir adalah kewajiban kita melaksanakan perintah Allah salah satunya adalah sholat dan berdoa, semoga semakin sering kita mendekatkan diri kita pada Allah semakin Allah memberi kemudahan kepada kita.
“Selamat mencoba dan tetap bersemangat”

Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2012/01/09/10-cara-menjadi-pelajar-berprestasi-426072.html

Beberapa Catatan Prestasi Pelajar Indonesia

13847417591440572591


Inilah beberapa catatan Pelajar-Pelajar Indonesia yang menorehkan Prestasi membanggakan diberbagai Lomba/ Olimpiade bidang science, mungkin saja masih banyak yang terlewatkan, sebagai berikut : 

1 . Siswa Kelas 2 SMA Negeri 1 Bogor, bernama Muhammad Luthfi Nurfakri 16 tahun, setelah memenangi Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-43 diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetauan Indonesia (LIPI) ditahun 2011, menjadi juara pertama dikatagori teknik. Dan kemudian meraih tiket untuk mengikuti lomba International Science and Engineering Fair (ISEF) di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Pada Kompetisi digelar 14-18 Mei 2012 dan meraih sebagai juara ke III, bersaing dengan 1500 peserta dari dari 70 Negara dan Provinsi (menurut situs resmi ISEF), menjadi salah satu dari 10 pemenang dikategori teknik. Dengan proyeknya, Digital Leaf Color Chart. Satu alat sensor untuk menentukan secara detail penggunaan berapa kilogram pupuk notrogen atau urea dalam 1 hektar musim tanam padi, setelah mengamati para petani yang disinyalir berlebihan ataupun kekurangan menggunakan pupuk tersebut. Untuk Pengembangan alat itu sudah bekerja sama dengan salah satu perusahaan di Bogor. Luthfi bercita-cita melanjutkan sekolah teknik di Pennsyllvania, yang dianggapnya sekolah teknik terbaik disana.

2 . Empat siswa Sekolah Menengah Pertama (SMA), Dewi Suryana (17) siswi SMA Kristen Penabur Gading Serpong, Banten, Andika Tangguh Pradana (18) siswa kelas 3 SMA Karisma Bangsa, Ciputat Banten, Ivan Kurniawan siswa SMAN 1 Purwokerto dan Samuel Leonardo Putra (18) siswa SMA Unggulan DKI Jakarta Muhammad Husni Thamrin, tercatat berprestasi meraih medali perak dalam ajang bergengsi, International Chemistry Olympiad (ICHo) di Goergetown University, Washington DC 29 Julii 2012. Ajang olimpiade sedunia itu diikuti 350 pelajar kelas menengah dari 72 Negara, dengan kriteria penilaian diukur dari skor pencapaian masing-masing siswa selama ujian teori dan praktek di labolatorium, peraih 10 persen top skor meraih medali emas, 20 persen top skor meraih medali perak dan 30 persen top skor meraih perunggu. Chamber of The Steering ICHo, Dr Peter Wothers FRSC menyatakan, hasil yang fantastis diraih oleh pelajar dari Indonesia, karena selama ini tak pernah ada tim yang meraih empat medali perak bersamaan sekaligus, keempat siswa tersebut melakukan tugasnya dengan sangat baik. Keempat siswa tersebut dikarantina, Mereka tinggal di asrama University Maryland sejak 19 Juli 2012, terpisah dari dua mentor dan dua observer yang disertakan dari Indonesia selama mengikuti kompetisi Internasional ini.

3 . Diajang International Environment Project Olympiade (INEPO), pada 17-20 Mei 2013 di Istambul Turki. Siswi Indonesia meraih juara ketiga yang disabet Rintya Miki Aprianti dan Dwi Nailul Izzah, pelajar SMA Muhannadiyah Babat Lamongan, Jawa Timur. Di ajang INEPO kedua siswi tersebut bersaing dengan para pelajar dari 50 Negara, diantaranya Jerman, Italia, Portugal, Malaysia, Amerika Serikat, Finlandia, Denmark, Rusia, Polandia dan Kanada. Prestasi tinggi itu diraih oleh kedua siswa tersebut membuat pengharum berbahan baku dari tinja sapi, pengharum ruangan dari tinja sapi tersebut, sudah meraih juara 1 di tingkat nasional ajang Indonesia Science Project Olympiade (ISPO)2013. Karya Mereka sebelumnya telah diuji coba dan dipresentasikan dihadapan Bupati Lamongan, Fadeli.

4 . Dalam ajang perlombaan astronomi internasional tingkat Sekolah Menengah Atas, 7th International Olympiad on Astronomi and Astrophysics (IOAA), diselengarakan pada tanggal 27 Juli hingga 5 Agustus 2013 di Volos Yunani. Lima siswa berprestasi mewakili Indonesia meraih berbagai gelar yang diperlombakan setiap tahun itu. Antara lain R. Aryo Tri Adhimukti dari SMA Negeri 3 Malang, Jawa, Marcelina Viana dari SMA Santa Ursula, DKI Jkarta, M. Imam Adli dari SMA Kharisma Bangsa , Prov Banten, Rizki Wahyu Pangestu dari SMA Negeri 1 Banjarnegara, Jawa Tengah dan David Orlando Kurniawan dari SMAK 1 Penabur, DKI Jakarta. Dengan meraih 2 gelar Honorable Mentions, 1 emas, 1 perak dan beberapa perunggu termasuk untuk Team Competition. Mereka didampingi oleh beberapa orang peneliti dan dosen yaitu M. Ikbal Arifyanto, Hakim L Malasan, Heri Fitriono serta Chatief Kunjaya. Sebelum berangkat ke Yunani, Mereka harus melewati proses ketat tiga tahapan penyaringan.

5 . Tidak mau tertinggal para seniornya, putra putri siswa Sekolah Dasar Indonesia di tingkat Asia, menuai prestasi di ajang The 3rd Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary School (ASMOPS), diselenggarakan di Grand Royal Panghegar Bandung Jawa Barat, dari 9-13 Nopember 2013 lalu. Perwakilan juri, Sigit P menyatakan keterkesanannya dengan tingkat pemikiran para siswa menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan oleh tim pembuat soal, degan kapasitas logika berpikir para siswa sangat kuat.

Di even ini para siswa SD Indonesia menyabet prestasi sebagai berikut, di bidang sains teori, 2 medali emas, 7 medali perak, 4 medali perunggu dan menyabet Top Scorer Matematica. Lainnya di bidang matematika teori, 5 medali emas, 3 medali perak, 4 medali perunggu juga meraih Top Scorer Matematika. Di kategori eksplorasi ( berisi soal-soal gabungan matematika dan sains), dua tim indonesia sukses meraih peringkat Runner Up kedua, 3 tim menyabet peringkat Runner Up Pertama. Sedangkan kategori The Beast Team dimenangkan oleh E-MOS, tim dari Malaysia dan anggotanya secara invidu meraih medali perunggu di kategori Sains dan matematika. Penghargaan khusus dengan perjuangan Luar Biasa Team with the Strongest Fighting Spirit, diberikan kepada tim dari Nigeria.

Ajang, The 3rd Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary School (ASMOPS), dinilai oleh juri-juri berpengalaman lomba tingkat dunia, antara lain berasal dari Institut Teknologi Bandung, Unoversitas Parahyangan, Universitas Pendidikan Indonesia, Surya University serta dari Center for Matematic Gasing Su.
Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi bagi para pelajar/ siswa Indonesia lain untuk merubah prilaku/ kegiatan menuju masa depan yang baik dan menyadari bahwa sumber Daya Manusia yang handal, akan semakin diperlukan pararel dengan kemajuan teknologi saat ini dan kelak. Disaat degadrasi minat belajar hal positif, dengan maraknya khasus perkelahian, narkoba, vidio porno serta bermacam-macam kegiatan negatif dinegeri ini.

Sumber :http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/11/18/beberapa-catatan-prestasi-pelajar-indonesia-608917.html

Prestasi Siswa Siswi Indonesia bikin Proffesor Harvard University Geleng-geleng kepala

Prestasi peserta Outstanding Student For The World Kemlu 2011 memang tak bisa dipandang enteng. Kemarin (10/11 WIB) mereka sukses presentasi di Harvard Universiy.
Siswa-siswa SMA Indonesia bisa membuat para professor dan mahasiswa di universitas paling bergengsi di dunia itu geleng-geleng kepala. Presentasi dilakukan dengan bahasa Inggris di gedung Harvard Kennedy School of Government, salah satu bagian dari Harvard University yang terletak di sudut kampus. Tim pertama yang beraksi adalah peraih spesial award olimpiade robot di Australia. Mereka adalah Aldino Jasmi, Ag nes Pingkan dan Aisyah Ativa.
“Robot kami ada dua yang pertama Banyu-Bot dan Talo,” ujar Aldino, siswa SMAN 28 Jakarta. Banyu Bot berasal dari kata Banyu yang bermakna air. Robot seberat 40 kilogram itu mampu melakukan filtrasi (penyaringan ) air limbah menjadi air minum di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau manusia.
Lalu, Aisyah memeragakan cara mengoperasikan Talo. Robot Talo singkatan dari Tanah Longsor. “Jika ada tanah longsor, robot ini dalam hitungan setengah menit bisa bersuara dan menjadi deteksi dini agar warga menyingkir,” kata Aisyah, siswi kelas tiga SMAN 28 yang berjilbab ini.
Presentasi kedua dari para pelajar pemenang International Exhibition For Young Inventor Vietnam 2010. Ada Safira dari SMA Sampoerna Bogor yang menemukan cara mencharger ponsel dari sepatu. Lalu, Reijefki Simbolon dari SMAN 17 Palembang yang menemukan penyemprot hama hemat energi untuk kebun kelapa sawit. Juga, Agatha Ninan dari SMA Stella Duce Jogjakarta yang menemukan alat penghemat cat tembok.
Usai presentasi yang dibantu tampilan audiovisual, tepuk tangan riuh membahana di auditorium. “Benar-benar mengagumkan. Presiden SBY sudah pernah memberikan ceramah disini (Harvard, red) dan sekarang adik-adik ini juga. Membanggakan,” kata Professor Elizabeth Osborn dari Harvard Kennedy School yang juga ikut mendengarkan paparan siswa-siswa itu.
Beberapa mahasiswa Harvard yang berasal dari Indonesia juga datang. Mereka adalah Panji Hadi Soemarto PhD Candidate in Global Health and Population, Harvard School of Public Health, Kuriakin Zeng (Undergraduates in Computer Science, Harvard), Denny Eryastha (Master Candidate in Public Administration/International Development, HKS), Rezy Pradipta (PhD Candidate in Nuclear Science and Engineering, MIT), dan Nelden Djakababa (Indonesia Research Fellow).
Elizabeth yang akrab dipanggil Prof Betsy ini meminta anggota Outstanding Student For The World untuk bersiap masuk Harvard. “Jangan khawatir dengan biayanya. Yang paling penting melamar dulu, soal beasiswa nanti ada banyak sekali,” katanya.
Betsy optimistis pelajar Indonesia akan semakin banyak yang bisa berkulaih di Harvard. “Kuncinya adalah belajar tekun, pahami minat, dan lamar. Jangan takut untuk melamar ke Harvard,” katanya.
Usai dari Harvard, tim OSTW juga berkesempatan mengunjungi Massachusets Institute of Technology (MIT) yang terkenal sebagai kampus paling wahid di bidang sains dan teknologi.
“Ya Allah, perkenankan aku sekolah disini ya, – ujar Rakhmat Irham Triaji , salah satu peserta sambil sujud syukur saat menapaki kampus MIT. (rdl/jpnn)
Peraih Pengakuan dari Harvard
1. Aldino Jasmi, Agnes Pingkan dan Aisyah Ativa (SMAN 28 Jakarta)
Prestasi: Peraih spesial award olimpiade robot di Australia
Penemuan:
Robot Banyu-Bot: Mampu melakukan filtrasi (penyaringan ) air limbah menjadi air minum di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau manusia.
Robot Talo: Saat terjadi longsor, dalam hitungan setengah menit robot bisa bersuara dan menjadi deteksi dini agar warga menyingkir
2. Safira (SMA Sampoerna Bogor)
Prestasi: Pemenang International Exhibition For Young Inventor Vietnam 2010
Penemuan: Mencharger ponsel dari sepatu.
3. Reijefki Simbolon (SMAN 17 Palembang)
Penemuan: Penyemprot hama hemat energi untuk kebun kelapa sawit.
4. Agatha Ninan (SMA Stella Duce Jogjakarta)
Penemuan: Alat penghemat cat tembok.

Sumber : http://hariansumutpos.com/

Pelajar Indonesia Raih Prestasi di Inggris

JAKARTA, KOMPAS.com- Dua siswi Indonesia meraih satu medali perak dan satu medali perunggu dalam European Girl Mathematical Olympiad (EGMO) pertama yang dilaksanakan di Cambridge, Inggris. Kompetisi ini diikuti 19 tim yang berjumlah 70 peserta dari 19 negara.

Medali perak dipersembahkan Christa Lorenzia Soesanto (SMA St Laurensia, Serpong, Banten). Adapun medali perunggu diraih Natasha Sutedja (SMA Kharisma Bangsa).

Anton Wardaja, pembina Tim Matematika dari Surya Institute yang juga menjadi pemimpin Tim Indonesia, Jumat (20/4/2012), mengatakan, peserta berasal dari Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Bulgaria, Finlandia, Hongaria, Indonesia, Inggris, Irlandia, Itali, Latvia Luxemburg, Polandia, Romania, Turki, Ukraina, Serbia, dan Swiss.

Persaingan memperebutkan medali, kata Anton, berlangsung sangat ketat. Aturan awal yang menyatakan hanya 50 persen, berubah menjadi 60 persen dari jumlah peserta yang memperoleh medali. "Hal ini karena banyak peserta yang memperoleh nilai yang sama atau berdekatan," kata Anton.

Dalam kompetisi tersebut disediakan tujuh medali emas, 14 medali perak, dan 21 medali perunggu. "Prestasi dua pelajar Indonesia menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia mampu bersaing dengan siswa negara manapun di dunia ini," papar Anton.

Menurut Anton, dua pelajar Indonesia yang berprestasi di Inggris tersebut juga merupakan calon wakil Indonesia dalam International Mathematics Olympiad (IMO) ke-53. Mereka telah mendapatkan pembinaan intensif oleh Tim Olimpiade Matematika Indonesia di bawah koordinasi Dr Hery Susanto.

"Khusus untuk EGMO ini, para siswa juga dibina secara intensif di Surya Institute," kata Anton.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2012/04/20/14033866/Pelajar.Indonesia.Raih.Prestasi.di.Inggris

SATU EMAS DAN SATU PERAK DI KEJURNAS ATLETIK YUNIOR DAN REMAJA TAHUN 2014

SATU EMAS DAN SATU PERAK DI KEJURNAS ATLETIK YUNIOR DAN REMAJA TAHUN 2014






















Jakarta, dua medali lagi diperoleh  asal SMA N 1 Cepu di Kejuaran Tingkat Naional yang berlangsung pada tanggal 14-17 mei 2014 di Jakarta. Bektiningsih Primadian Fitri siswi kelas XII IPS ini membawa pulang medali emas di nomor lari 2000m steeplechase putri dengan catatan waktu 7 menit 28 detik, anak yang sering disapa Bekti ini juga berhasil kembali membukukan diri jadi yang tercepat kedua dan membawa medali perak dinomor lari 800m putri dengan catatan waktu 2 menit 17 detik, walapun sama catatan waktunya sama dengan juara pertama, gadis yang akrab disapa Bekti ini hampir finish bersamaan. Prestasi ini menurut atlet asal Desa Caper adalah prestasi tertingginya di tingkat nasional, karena sebelumnya dia menjadi juara 4, itupun di Lomba lari 11k Nasional UNS Solo. Hal ini membuat bangga Kepala sekolah Drs. Mulyani M.Pd, kesiswaan, serta pelatih akan prestasi yang di raih. Pasalnya Bektiningsih usia latihanya baru 2 tahun.Bektiningsih saat ini dalam panggilan dan pantauan Pemusatan Latihan Nasional (PELATNAS) guna dipersiapkan team merah putih di ajang  16th ASIAN SCHOOL GAMES (Kejuaraan Asia Antar Pelajar) di Filipina dan multi event yang lebih tinggi lainya “Tutur pelatih”.

- Sumber http://sman1cepu.sch.id/home/info-88-satu-emas-dan-satu-perak-di-kejurnas-atletik-yunior-dan-remaja-tahun-2014.html#sthash.DArEVG1h.dpuf

Selasa, 06 Januari 2015

Kegiatan di Sekolah

Foto-foto dengan teman

 Kegiatan Classmeet 

 Foto bersama satu kelas saat Classmeet berakhir

 Upacara Bendera

Suasana saat tidak ada guru